Ringkasan Mata Pelajaran Sejarah - Persiapan STS Genap

Assalamualaikum warahmatullah Wabarakatuh

Teman-teman sekalian, siswa-i kelas X SMK Salafiyah Kajen yang kami banggakan. Berikut ini kami sajikan ringkasan materi mata pelajaran Sejarah. Ringkasan ini dapat kalian gunakan untuk persiapan dalam mengikuti Sumatif Tengah Semester (STS) Genap. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

  • Teori Ksatria didukung oleh para ahli, yang menjelaskan bahwa pada sekitar abad ke-4 hingga abad ke-5, banyak para ksatria yang melarikan diri karena pergolakan politik di India. Para ksatria yang melarikan diri kemudian mendiami wilayah Indonesia, mendirikan perkumpulan atau komunitasnya sendiri hingga berkembang menjadi sebuah kerajaan. Di samping itu, ada beberapa poin yang menjelaskan terkait kelebihan dari Teori Ksatria. Hipotesis ksatria diperkuat dengan cerita panji yang berkembang dalam masyarakat Indonesia yang memperlihatkan adanya proses penaklukan daerah-daerah Indonesia oleh para ksatria India. Pernyataan tersebut merupakan inti dari hipotesis yang dikembangkan oleh C.C. Berg. Menurut C.C. Berg, kepala suku di wilayah Indonesia banyak yang menjanjikan hadiah yang besar apabila para ksatria asal India mampu menyelesaikan masalah kekuasaan antarsuku.
  • Kitab suci agama Buddha adalah Tripitaka. Kitab Tripitaka adalah sebuah naskah kuno yang berisi ajaran bagi pemeluk Agama Buddha. Kata Tripitaka berasal dari bahasa Sanskerta, tri yang berarti tiga, dan pitaka yang artinya keranjang. Sehingga arti Tripitaka adalah tiga keranjang
  • Makna tersirat dari penyerahan 20.000 ekor sapi yang dilakukan Raja Mulawarman kepada para brahmana adalah wujud komitmen penuh Raja Mulawarman kepada para brahmana. Ini karena sapi dalam konteks ini dapat diinterpretasikan sebagai simbol kekayaan dan pengorbanan yang besar, menunjukkan dukungan dan penghargaan Raja Mulawarman terhadap para brahmana.
  • Pada dasarnya, Candi Borobudur adalah bangunan Indonesia asli yang berupa punden berundak. Punden berundak adalah tumpukan batu yang membentuk teras-teras bertingkat yang digunakan sebagai tempat peribadatan atau upacara keagamaan. 
  • Faktor yang memudahkan bangsa India menyebarkan agama Hindu-Buddha di Nusantara adalah karena penduduk Nusantara bersikap terbuka terhadap bangsa pendatang. Sikap terbuka ini memfasilitasi penyebaran ideologi dan agama dari luar.
  • Bukti teknologi bangunan pada masa Kerajaan Mataram Kuno adalah pembangunan candi Hindu-Buddha yang dilakukan bergotong royong. Ini menunjukkan kemajuan teknologi konstruksi bangunan pada zaman itu, serta kolaborasi masyarakat dalam pembangunan proyek-proyek besar seperti candi.
  • Adanya yupa dan Prasasti Ciaruteun yang bertuliskan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta menunjukkan bahwa adanya peran Brahmana dalam Hinduisasi di Nusantara. Brahmana adalah kelas pendeta dalam agama Hindu, dan keberadaan tulisan dalam bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa menandakan pengaruh agama Hindu dan budaya India di Nusantara, yang dipimpin oleh para Brahmana.
  • Pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia dalam bidang seni rupa dan ukir adalah bangunan candi. Bangunan candi seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan adalah contoh utama seni arsitektur Hindu-Buddha yang sangat mempengaruhi seni rupa dan ukir di Indonesia.
  • Unsur pengaruh kebudayaan India di Indonesia, kecuali teknologi militer. Meskipun India memiliki sejarah militer yang panjang dan berpengaruh, pengaruh teknologi militer India tidak begitu mencolok dalam sejarah budaya Indonesia.
  • Pada masa Hindu-Buddha, bangunan candi di Indonesia dipergunakan sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang. Aktivitas pemujaan tersebut tecermin dari penempatan peripih di dalam candi. Peripih adalah wadah atau tempat yang digunakan untuk menyimpan abu jenazah atau benda-benda suci lainnya.
  • Setelah wafat, Raja Kudungga digantikan oleh putranya yang bernama Aswawarman. Salah satu Yupa mengungkap tiga angkatan pertama penguasa Kerajaan Kutai. Prasasti tersebut menyebut bahwa Sang Maharaja Kudungga yang amat mulia, mempunyai putra yang masyhur bernama Aswawarman. Aswawarman memiliki tiga orang putra, salah satu yang terkemuka bernama Mulawarman. Sang Mulawarman disebut sebagai raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa.
  • Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya adalah Prasasti Kedukan Bukit. Dalam prasasti itu menjelaskan mengenai perjalanan beberapa orang yang melakukan ekspekdisiuntuk mendapatkan kemenangan dan membuat kota di daerah tersebut yang diberi nama Sriwijaya.
  • Kerajaan Tarumanegara mengalami kehancuran karena beberapa sebab, di antaranya dipindah ke Jawa Tengah. Hal ini terjadi ketika pusat kekuasaan politik Jawa Tengah semakin berkembang dan menarik perhatian para pemimpin di pulau Jawa, sehingga menyebabkan Kerajaan Tarumanegara kehilangan dominasi dan pengaruhnya.
  • Salah satu faktor penyebab kemunduran dari kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha adalah mulai berdirinya kerajaan-kerajaan Islam. Kedatangan Islam membawa perubahan signifikan dalam tatanan sosial, politik, dan keagamaan di wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh kerajaan Hindu-Buddha. Perubahan ini berdampak pada kemunduran dan penurunan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.
  • Pendeta I-Tsing berperan dalam penyebarluasan ajaran Buddha dengan cara menerjemahkan kitab agama Buddha. Ia melakukan perjalanan ke India untuk mempelajari ajaran Buddha dan menerjemahkan banyak kitab suci Buddha ke dalam bahasa Tionghoa, yang kemudian membantu penyebarluasan ajaran Buddha di Tiongkok dan wilayah sekitarnya.
  • Berdasarkan fakta pada wacana, dapat diketahui bahwa pedagang Tiongkok melakukan kontak dengan masyarakat Sriwijaya melalui jalur laut. Hal ini tergambar dari penggunaan kapal Kun Lun oleh Kerajaan Sriwijaya dalam kegiatan perdagangan, yang menunjukkan adanya hubungan dagang antara Sriwijaya dan Tiongkok melalui jalur laut.
  • Walaupun pengaruh kebudayaan Hindu terhadap kehidupan kebudayaan Indonesia begitu besar, bangsa India tidak pernah menjajah Indonesia. Hal ini terlihat dari kaum brahmana yang datang ke Indonesia hanya menjalankan tugas keagamaan. Kedatangan orang-orang India ke Indonesia pada masa itu lebih banyak terkait dengan penyebaran agama dan kebudayaan, terutama oleh para brahmana yang bertugas sebagai pendeta dan guru spiritual. Mereka tidak memiliki tujuan untuk menjajah, tetapi lebih berfokus pada penyebaran ajaran agama dan kebudayaan Hindu.
  • Dalam rangka kembali merebut wilayah kekuasaan mertuanya, Raden Wijaya bekerja sama dengan Kubilai Khan. Kubilai Khan adalah kaisar Mongol dari Dinasti Yuan yang berkuasa di Tiongkok pada saat itu. Kerja sama ini membantu Raden Wijaya merebut kembali wilayah kekuasaan mertuanya, Jayakatwang dari Kerajaan Singhasari.
  • Perubahan akibat pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha yang mengubah corak demokratis masyarakat adalah terbentuknya sistem kasta. Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha membawa konsep-konsep seperti sistem kasta, yang membagi masyarakat ke dalam kelompok-kelompok sosial yang terpisah berdasarkan garis keturunan dan pekerjaan.
  • Ekspedisi Pamalayu merupakan usaha Kertanegara untuk menguasai Melayu.
  • Kebanyakan sarjana sepakat bahwa salah satu alasan peradaban Hindu dengan mudah diterima di Indonesia adalah karena bangsa Indonesia termasuk bangsa yang mudah menerima pengaruh luar. Ini dapat dilihat dalam sejarah panjang Indonesia, di mana berbagai budaya, agama, dan sistem kepercayaan telah diserap dan diadaptasi oleh masyarakat Indonesia.
  • Perkembangan seni kebudayaan yang sangat pesat di zaman Kerajaan Kediri, terutama terjadi dalam bidang seni sastra. Kerajaan Kediri dikenal sebagai zaman keemasan sastra Jawa, di mana karya-karya sastra besar seperti Kakawin Bharatayuddha dan Kakawin Ramayana ditulis. 
  • Candi-candi yang merupakan peninggalan Kerajaan Singasari diantaranya adalah candi jawi, candi kidal, candi jago, dan candi singasari
  • Sumber-sumber tentang Kerajaan Tarumanegara tercatat dalam Prasasti Ciaruteun, Tugu, Jambu, Kebon Kopi, dan Pasir Awi.
  • Faktor yang mendorong Sriwijaya menjadi kerajaan besar adalah karena masyarakatnya menganut agama Buddha, memiliki letak strategis, banyak dikunjungi pedagang dalam dan luar negeri, menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan pedagang asing, serta sebagai jalur perdagangan internasional.
  • Hasil kebudayaan pada masa Sriwijaya adalah Candi Borobudur. Candi ini merupakan sebuah kompleks candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada masa pemerintahan Sriwijaya di Jawa Tengah.
  • Masuknya pengaruh agama dan kebudayaan India ke Indonesia disebut dengan akulturasi. Akulturasi adalah proses pertukaran atau penyerapan unsur-unsur budaya antara dua kelompok atau masyarakat yang berbeda. Dalam konteks ini, akulturasi terjadi ketika budaya India dan budaya Indonesia saling berinteraksi dan saling memengaruhi satu sama lain. 
  • Salah satu bukti bahwa bangsa Indonesia telah mendapat pengaruh budaya Hindu-Buddha adalah bidang seni bangunan, khususnya adanya bangunan setengah bola pada panteonnya. Bangunan setengah bola tersebut merupakan ciri arsitektur candi Hindu-Buddha yang dapat ditemui di banyak candi di Indonesia, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
  • Yang termasuk arca bercorak Buddha adalah arca Bodhisattva. Bodhisattva adalah sosok yang telah mencapai pencerahan atau kesempurnaan spiritual dalam ajaran Buddha, tetapi memilih untuk tetap berada di dunia ini untuk membantu orang lain mencapai pencerahan juga.
  • Arupadhatu adalah tingkatan dalam bangunan candi yang bercorak Buddha di Indonesia yang memiliki makna manusia telah sempurna dan memasuki alam tiada. Dalam ajaran Buddha, Arupadhatu adalah tingkat kesempurnaan di mana manusia telah mencapai pencerahan atau kebijaksanaan yang penuh dan memasuki alam nirwana, di mana tidak ada bentuk atau substansi fisik.Ringkasan Mata Pelajaran Sejarah - Persiapan STS Genap

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama